Dalam buku “Genius Learning Strategy”
Andi Wira Gunawan menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada mata
pelajaran yang membosankan, yang ada adalah guru yang membosankan,
suasana belajar yang membosankan. Hal ini terjadi karena proses belajar
berlangsung secara monoton dan merupakan proses perulangan dari itu ke
itu juga tiada variasi. Proses belajar hanya merupakan proses
penyampaian informasi satu arah, siswa terkesan pasif menerima materi
pelajaran.
Pembelajaran Aktif
Pembelajaran
aktif adalah pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa untuk
mengalami sendiri, untuk berlatih, untuk berkegiatan sehingga baik
dengan daya pikir, emosional dan keterampilannya mereka belajar dan
berlatih. Pendidik adalah fasilitator, perancang suasana kelas
demokratis, kedudukan pendidik adalah pembimbing dan pemberi arah,
peserta didik merupakan obyek sekaligus subyek dan mereka bersama-sama
saling mengisi kegiatan, belajar aktif dan kreatif. Disini dibutuhkan
partisipasi aktif di kelas, bekerja keras dan mampu menghargainya,
suasana demokratis, saling menghargai dengan kedudukan yang sama antar
teman, serta kemandirian akademis.
Dr.
Vernon A. Magnesen (1983) menegaskan bahwa persentase keberhasilan kita
menyerap informasi dan menyimpannya dalam memori ketika belajar adalah :
- 10 % dari apa yang kita baca
- 20 % dari apa yang kita dengar
- 30 % dari apa yang kita lihat
- 50 % dari apa yang kita lihat dan dengar
- 70 % dari apa yang kita katakan
- 90 % dari apa yang kita katakan dan kerjakan.
Oleh
sebab itu guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang
melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar baik secara
mental, fisik maupun sosial.
PAKEM
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.
- Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar merupakan proses aktif dari si pembelajar (siswa) dalam membangun pengetahuannya. Siswa bukanlah gelas kosong yang pasif yang hanya menerima kucuran ceramah sang guru tentang pengetahuan/informasi.
- Kreatif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam serta mampu membuat alat bantu/media belajar sederhana yang dapat memudahkan pemahaman siswa. Kegiatan pembelajaran tidak musti dilakukan di dalam kelas secara klasikal, namun proses pembelajaran juga dapat dilakukan di luar kelas, belajar berkelompok, belajar secara kontekstual, bermain peran, dsb. Disamping itu siswa aktif pula bertanya, berdiskusi, mengemukan pendapat, merancang , membuat sesuatu, melalukan demonstrasi, membuat laporan, membuat refleksi, mempresentasikan pengetahuannya.
- Efektif dimaksudkan selama proses pembelajaran berlangsung, terwujudnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Siswa menguasai kompetensi dan ketrampilan yang ditargetkan kurikulum.
- Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan dan nyaman. Siswa selaku subjek belajar tidak takut dimarahi jika ia salah, tidak takut ditertawakan jika ia keliru, tidak dianggap sepele, berani mencoba karena tidak takut salah.
Yang Perlu diperhatikan dalam melaksanan PAKEM:
- Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi.
Kedua sifat ini merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir
kritis dan kreatif. Untuk itu kegiatan pembelajaran harus dirancang
menjadi lahan yang subur bagi berkembangnya kedua sifat tersebut.
Suasana pembelajaran dimana guru memuji siswa karena hasil karyanya,
guru tidak menyepelekan dan mempermalukannya di depan siswa, guru
mengajukan pertanyaan yang menantang, guru mendorong dan memotivasi anak
untuk melakukan percobaan, dsb merupakan pembelajaran yang subur dan
tepat.
- Mengenal anak secara perorangan
Siswa
berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan kemampuan berbeda.
Perbedaan individual harus diperhatikan dan harus tercermin dalam KBM.
Semua anak dalam kelas tidak harus selalu mengerjakan kegiatan yang
sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak
yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya
yang lemah (tutor sebaya).
- Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Siswa
sejak masa kecilnya secara alami bermain berpasangan atau berkelompok
dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian
belajar. Dengan berkelompok, akan memudahkan mereka berinteraksi dan
bertukar pikiran.
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada
dasarnya hidup adalah memecahkan masalah, untuk itu diperlukan
kemamapuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis
masalah, dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah.
Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi
yang keduanya sudah ada sejak anak terlahir. Oleh karena itu, tugas
guru adalah mengembangkannya.
- Mengembangkan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruangan
kelas yang menarik sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa
sebaiknya dipajangkan di ruangan kelas, karena dapat memotivasi siswa
untuk bekerja lebih baik lagi dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain.
Selain itu, hasil karya dapat menjadi rujukan ketika membahas suatu
masalah serta sumber informasi.
- Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan
(fisik, sosial, budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan
belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, serta
objek belajar siswa.
- Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Pemberian
umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk
interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap
kekuatan/kelebihan dari pada kelemahan siswa serta santun penyampaiannya
tidak menimbulkan antipati. Guru harus konsisten memeriksa hasil kerja
siswa dan memberi komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan pekerjaan
siswa lebih bermakna bagi perkembangan diri siswa daripada sekedar
angka.
- Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Dalam
pembelajaran PAKEM, aktif mental lebih diinginkan dari pada aktif
fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, mengemukakan
gagasan, merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif
mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut, takut salah, takut
ditertawakan, takut disepelekan, takut dimarahi jika salah. Guru
hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang
datangnya dari guru itu sendiri maupun dari temannya.
Ciri Yang Menonjol pada PAKEM
Pertama, adanya sumber belajar yang beraneka ragam,
dan tidak lagi mengandalkan buku sebagai satu-satunya sumber belajar.
Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih memperkaya pengalaman
belajar peserta didik. Bukan semata-mata untuk menafikan sama sekali
buku pelajaran sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.
Kedua, sumber belajar yang beraneka ragam tersebut kemudian didesain skenario pembelajarannya dengan berbagai kegiatan.
Ketiga, hasil kegiatan belajar mengajar kemudian dipajang di tembok kelas, papan tulis, dan bahkan ditambah dengan tali rapiah di sana-sini. Pajangan
tersebut merupakan hasil diskusi atau hasil karya siswa.pajangan hasil
karya siswa menjadi satu ciri fisikal yang dapat kita amati dalam proses
pembelajaran.
Keempat, kegiatan belajar mengajar bervariasi secara aktif,
yang biasanya didominasi oleh kegiatan individual dalam beberapa menit,
kegiatan berpasangan, dan kegiatan kelompok kecil antara empat sampai
lima orang, untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah disepakati bersama,
dan salah seorang di antaranya menyampaikan (presentasi) hasil kegiatan mereka di depan kelas. Hasil kegiatan siswa itulah yang kemudian dipajang.
Kelima, dalam mengerjakan pelbagai tugas tersebut, para siswa, baik secara individual maupun secara kelompok, mencoba mengembangkan semaksimal mungkin kreativitasnya.
Keenam, dalam melaksanakan kegiatannya yang beraneka ragam itu, tampaklah antusiasme dan rasa senang siswa.
Ketujuh, pada akhir proses pembelajaran, semua siswa melakukan kegiatan dengan apa yang disebut sebagai refleksi,
yakni menyampaikan (kebanyakan secara tertulis) kesan dan harapan
mereka terhadap proses pembelajaran yang baru saja diikutinya.
Menciptakan Suasana Menyenangkan
1.
Ciptakanlah lingkungan Relaks, yaitu lingkungan yang aman untuk
melakukan kesalahan, namun memiliki harapan yang tinggi. Perlu disadari
bahwa dalam belajar belum banyak kata “Aku Tahu” tetapi lebih banyak
kata “Aku Belum Tahu”, maka wajar jika anak salah.
2. Subjek pelajaran adalah relevan
Anda ingin belajar ketika Anda Melihat Manfaat dan pentingnya subjek pelajaran itu
3. Belajar secara emosional adalah positif
Belajar dapat dilakukan bersama ketika ada humor, dorongan semangat, waktu rehat dan jeda teratur, dan dukungan antusias
4. Tantang Otak Anak
Otak
akan suka hal yang bersifat; tidak masuk akal/ekstrem; Seksi; Penuh
Warna; Multi Sensori (lebih satu panca indra); Lucu ; Melibatkan Emosi ;
Tindakan Aktif; Gambar 3 dimensi atau Hidup; Menggunakan Asosiasi;
Imajinasi; Simbol; Melibatkan Irama atau Musik ;Nomor dan urutan
5. Libatkan semua indera, otak kiri & kanan
Otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan, yang disebut pembelajar akademis. Otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi, yang disebut dengan aktivitas kreatif
6. Konsolidasi bahan yg sudah dipelajari
Tinjau Ulang materi pelajaran dan Hubungkan dengan materi lain dan kehidupan nyata




0 komentar:
Posting Komentar